Mengenal Kendaraan Angkutan Barang
Memilih mobil angkutan barang yang tepat tidak cukup hanya berdasarkan ukuran kendaraan. Jenis barang, berat, volume, dimensi, jarak pengiriman, kondisi jalan, serta metode bongkar muat perlu diperhatikan sebelum kendaraan ditentukan.
Dalam kegiatan logistik, kendaraan darat berperan penting dalam menghubungkan gudang, pabrik, toko, lokasi proyek, terminal, hingga pelabuhan. Setiap kendaraan memiliki karakteristik dan fungsi berbeda sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan cargo.
Sebagai contoh, barang elektronik membutuhkan perlindungan dari hujan dan debu. Sementara itu, material konstruksi tertentu dapat menggunakan bak terbuka, sedangkan mesin berukuran besar membutuhkan kendaraan dengan ruang dan kapasitas khusus.
Berikut 9 jenis kendaraan yang umum digunakan untuk pengiriman barang.
1. Pick Up
Pick up merupakan kendaraan yang banyak digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah relatif kecil hingga menengah. Kendaraan ini memiliki bak belakang yang dapat digunakan untuk membawa berbagai macam barang.
Contoh barang yang dapat diangkut:
- Barang toko
- Peralatan rumah tangga
- Material ringan
- Produk distributor
- Perlengkapan usaha
- Barang pindahan
Ukuran pick up yang relatif kecil membuatnya lebih mudah digunakan untuk memasuki kawasan permukiman atau jalan yang tidak terlalu luas.
Namun, jumlah muatan tetap harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan dan ketentuan yang berlaku.
2. Pick Up Box
Pick up box memiliki ruang muatan tertutup pada bagian belakang kendaraan. Berbeda dengan bak terbuka, barang berada di dalam ruang tertutup sehingga mendapatkan perlindungan lebih baik dari hujan, debu, dan kondisi lingkungan selama perjalanan.
Kendaraan ini cocok untuk:
- Produk retail
- Elektronik
- Barang kemasan
- Dokumen
- Peralatan kantor
- Spare part
Pick up box menjadi pilihan menarik ketika barang tidak terlalu besar tetapi membutuhkan perlindungan tambahan selama perjalanan.
3. Truk Engkel
Truk engkel memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan pick up dan sering digunakan untuk distribusi barang antarkota maupun kebutuhan operasional perusahaan.
Contoh penggunaannya:
- Barang distributor
- Material proyek
- Produk manufaktur
- Stok gudang
- Peralatan usaha
- Cargo antarkota
Sebelum menggunakan truk engkel, berat dan dimensi cargo perlu diperiksa agar sesuai dengan kapasitas kendaraan.
4. Truk Double Engkel
Double engkel digunakan untuk membawa muatan yang lebih besar dibandingkan kendaraan distribusi ringan.
Kendaraan ini dapat digunakan untuk kebutuhan distribusi antarkota maupun pengiriman cargo perusahaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Berat total barang
- Volume cargo
- Jumlah koli
- Dimensi barang
- Kondisi jalan
- Akses menuju lokasi penerima
Kendaraan yang lebih besar belum tentu menjadi pilihan terbaik apabila lokasi tujuan mempunyai akses jalan yang sempit.
5. Truk Fuso
Fuso merupakan salah satu kendaraan yang banyak digunakan untuk pengangkutan cargo dengan kapasitas lebih besar.
Penggunaannya dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan logistik, seperti:
- Pengiriman barang antarkota
- Material konstruksi
- Produk manufaktur
- Peralatan perusahaan
- Cargo proyek
- Distribusi barang dalam jumlah besar
Fuso juga dapat digunakan sebagai penghubung antara gudang dengan pelabuhan sebelum cargo dilanjutkan menggunakan transportasi laut.
6. Truk Tronton
Tronton memiliki ukuran dan kapasitas lebih besar sehingga cocok untuk pengangkutan cargo dalam jumlah besar.
Contoh penggunaannya:
- Mesin
- Material proyek
- Barang dalam jumlah banyak
- Peralatan industri
- Cargo konstruksi
- Muatan pallet
Karena ukurannya besar, akses jalan harus diperiksa sebelum kendaraan diberangkatkan.
Perhatikan lebar jalan, tinggi jembatan, tikungan, kondisi jalan, serta area yang tersedia untuk proses bongkar muat.
7. Wingbox
Wingbox memiliki ruang muatan tertutup dengan bagian samping yang dapat dibuka.
Desain tersebut membuat proses bongkar muat menjadi lebih fleksibel, khususnya ketika barang perlu dimasukkan atau dikeluarkan menggunakan forklift.
Jenis barang yang sesuai antara lain:
- Pallet
- Produk manufaktur
- Barang distributor
- Produk retail
- Barang kemasan
Wingbox banyak digunakan dalam kegiatan distribusi karena memberikan ruang muat yang luas sekaligus perlindungan terhadap barang.
8. Trailer
Trailer merupakan kendaraan yang menggunakan unit penarik dengan kereta tempelan untuk membawa cargo berukuran atau berbobot besar.
Kendaraan ini dapat digunakan untuk:
- Container
- Mesin industri
- Material konstruksi
- Peralatan proyek
- Cargo berdimensi besar
Trailer membutuhkan perencanaan lebih detail karena ukuran keseluruhan kendaraan cukup besar.
Rute perjalanan perlu diperiksa terlebih dahulu, terutama jika cargo melewati jalan dengan keterbatasan tinggi, lebar, atau kapasitas jembatan.
9. Lowbed Trailer
Lowbed trailer memiliki posisi deck yang lebih rendah sehingga dapat digunakan untuk mengangkut berbagai jenis alat berat dan cargo berdimensi tinggi.
Contohnya:
- Excavator
- Bulldozer
- Wheel loader
- Mesin industri
- Peralatan konstruksi
- Unit proyek
Untuk menentukan kendaraan yang tepat, jangan hanya menyebut nama alat berat. Berikan informasi lengkap berupa:
Nama unit + berat + panjang + lebar + tinggi + kondisi unit.
Data tersebut membantu menentukan kendaraan dan metode loading yang sesuai.
Perbandingan 9 Jenis Kendaraan
Jenis kendaraan | Fungsi utama | Contoh barang |
|---|---|---|
Pick up | Distribusi ringan | Barang toko |
Pick up box | Perlindungan barang | Elektronik |
Engkel | Distribusi kecil-menengah | Produk distributor |
Double engkel | Cargo lebih besar | Material |
Fuso | Pengangkutan cargo | Produk dan material |
Tronton | Cargo dalam jumlah besar | Mesin |
Wingbox | Distribusi dan pallet | Produk manufaktur |
Trailer | Cargo besar | Container |
Lowbed trailer | Alat berat | Excavator |
Kapasitas aktual setiap kendaraan dapat berbeda berdasarkan spesifikasi unit dan konfigurasi armada. Karena itu, tabel tersebut merupakan gambaran fungsi umum dan bukan patokan kapasitas muatan.
Bagaimana Memilih Kendaraan yang Tepat?
Pemilihan kendaraan sebaiknya dimulai dari data barang, bukan hanya dari jumlah atau berat cargo.
1. Hitung Berat Barang
Catat berat setiap koli dan total keseluruhan cargo.
Informasi ini membantu menentukan apakah kendaraan mampu membawa muatan dengan aman.
2. Ukur Dimensi Barang
Gunakan ukuran:
Panjang ร lebar ร tinggi
Dimensi sangat penting untuk barang berbentuk besar atau tidak dapat ditumpuk.
3. Hitung Volume
Barang yang ringan tetapi berukuran besar dapat membutuhkan ruang kendaraan yang lebih besar.
4. Perhatikan Jenis Barang
Tentukan apakah barang:
- Mudah pecah
- Sensitif terhadap air
- Membutuhkan perlindungan khusus
- Membutuhkan posisi tertentu
- Memerlukan pengikatan
- Membutuhkan forklift atau crane
5. Periksa Lokasi Pickup dan Tujuan
Pastikan kendaraan dapat masuk ke lokasi.
Jalan sempit, tikungan tajam, tanjakan, jembatan, dan area parkir dapat memengaruhi pilihan kendaraan.
6. Tentukan Metode Loading
Cari tahu apakah barang akan dinaikkan menggunakan:
- Forklift
- Crane
- Ramp
- Tenaga manual
- Alat handling lainnya
Pemilihan mobil angkutan barang harus disesuaikan dengan karakteristik cargo agar proses pengiriman berjalan aman dan efisien.
Berat Bukan Satu-Satunya Faktor
Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih kendaraan hanya berdasarkan berat cargo.
Misalnya ada dua barang yang sama-sama mempunyai berat 1 ton.
Cargo A: 20 koli dengan ukuran kecil.
Cargo B: satu mesin berukuran 4 ร 2 ร 2 meter.
Walaupun beratnya sama, kebutuhan kendaraan kedua cargo tersebut dapat berbeda.
Cargo A lebih mudah ditata, sedangkan Cargo B membutuhkan perhatian terhadap dimensi, titik angkat, metode loading, dan ruang kendaraan.
Karena itu, ketika meminta penawaran pengiriman, sebaiknya berikan informasi:
Jenis barang + berat + dimensi + jumlah koli + kondisi barang.
Peran Kendaraan Darat dalam Pengiriman Antar Pulau
Dalam pengiriman antarpulau, kendaraan darat biasanya menjadi bagian dari rangkaian logistik, bukan satu-satunya moda transportasi.
Alurnya dapat berupa:
Gudang โ Kendaraan โ Pelabuhan โ Kapal โ Pelabuhan Tujuan โ Kendaraan โ Penerima
Cargo dapat melalui beberapa tahap:
- Pickup
- Konsolidasi
- Pengangkutan menuju pelabuhan
- Loading
- Pengiriman laut
- Bongkar di pelabuhan tujuan
- Distribusi darat
- Pengantaran kepada penerima
Karena itu, kendaraan yang digunakan perlu disesuaikan dengan keseluruhan perjalanan.
Untuk mengetahui informasi mengenai regulasi transportasi dan angkutan barang, kamu dapat mengunjungi JDIH Kementerian Perhubungan.
Tips Agar Pengiriman Barang Lebih Aman

Sebelum kendaraan ditentukan, siapkan data berikut:
- Jenis barang
- Berat total
- Berat setiap koli
- Panjang
- Lebar
- Tinggi
- Jumlah koli
- Jenis kemasan
- Lokasi pickup
- Lokasi tujuan
- Kondisi akses jalan
- Metode loading
- Kebutuhan bongkar muat
Pemilihan mobil angkutan barang juga perlu mempertimbangkan jadwal pengiriman, jarak tempuh, serta karakteristik rute yang akan dilalui.
Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin mudah menentukan kendaraan yang sesuai.
FAQ
Apa saja jenis kendaraan untuk mengangkut barang?
Jenis yang umum digunakan antara lain pick up, pick up box, engkel, double engkel, fuso, tronton, wingbox, trailer, dan lowbed trailer.
Kendaraan apa yang cocok untuk barang ringan?
Pick up atau pick up box dapat digunakan untuk barang ringan, tergantung ukuran dan karakter barang.
Kendaraan apa yang cocok untuk barang besar?
Cargo berukuran besar dapat membutuhkan tronton, trailer, atau lowbed trailer. Pemilihannya harus berdasarkan berat dan dimensi cargo.
Apakah kendaraan box cocok untuk elektronik?
Bisa. Ruang tertutup dapat membantu memberikan perlindungan dari debu dan kondisi lingkungan selama perjalanan.
Apakah trailer bisa digunakan untuk alat berat?
Bisa. Jenis trailer yang digunakan harus disesuaikan dengan berat dan dimensi alat berat.
Kesimpulan
Memahami jenis kendaraan penting agar proses pengiriman dapat direncanakan dengan lebih baik. Pick up dan kendaraan box dapat digunakan untuk kebutuhan distribusi yang lebih ringan, sedangkan fuso, tronton, trailer, dan lowbed lebih sesuai untuk kebutuhan cargo yang lebih besar atau khusus.
Pemilihan kendaraan harus berdasarkan berat, dimensi, volume, jenis barang, metode loading, kondisi jalan, dan lokasi tujuan, bukan hanya berdasarkan ukuran kendaraan.
Dengan memahami karakteristik setiap kendaraan, penggunaan mobil angkutan barang dapat disesuaikan dengan kebutuhan cargo, rute, dan metode pengiriman.
Untuk kebutuhan pengiriman cargo antarkota maupun antarpulau, kamu dapat melihat layanan BJA Logistic untuk mengetahui pilihan pengiriman dan rute yang tersedia.

