๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Pengetahuan Logistik & Kargo

Mengenal Bubble Wrap: Sejarah, Fungsi, dan 4 Jenisnya

Evan Fajrianยทยท5 menit baca
Bubble Wrap digunakan untuk membungkus barang agar lebih terlindungi saat proses pengiriman.

Bubble Wrap merupakan bahan kemasan berbahan plastik bergelembung yang digunakan untuk memberikan perlindungan tambahan pada barang selama penyimpanan dan pengiriman. Artikel ini membahas pengertian, sejarah, fungsi, jenis Bubble Wrap, cara penggunaan yang tepat, hingga pilihan material kemasan lainnya.

Mengenal Material Pelindung Kemasan

Bubble wrap merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam proses packing untuk membantu melindungi barang dari benturan, gesekan, dan tekanan selama penyimpanan maupun pengiriman.

Material ini mempunyai gelembung udara yang berfungsi sebagai lapisan bantalan antara barang dengan kemasan luar. Penggunaan bahan pelindung sangat penting, terutama ketika barang harus menempuh perjalanan jauh menggunakan truk, kapal, maupun kombinasi beberapa moda transportasi.

Barang seperti elektronik, kaca, keramik, peralatan rumah tangga, hingga komponen mesin membutuhkan metode packing yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

Sejarah Material Gelembung Udara

Bubble wrap pada awalnya tidak dibuat untuk kebutuhan pengiriman barang.

Material ini dikembangkan oleh Alfred Fielding dan Marc Chavannes pada akhir tahun 1950-an. Pada awalnya, mereka mencoba menciptakan material dengan tekstur tiga dimensi yang dapat digunakan sebagai wallpaper.

Produk tersebut tidak mendapatkan respons pasar seperti yang diharapkan.

Namun, karakteristik material yang mempunyai gelembung udara kemudian membuka peluang penggunaan baru. Material tersebut akhirnya dikembangkan menjadi bahan perlindungan untuk berbagai produk.

Informasi mengenai teknologi perlindungan kemasan dapat dipelajari melalui Sealed Air.

Fungsi dalam Pengiriman Barang

Material dengan gelembung udara mempunyai beberapa fungsi penting dalam proses packing.

1. Mengurangi Dampak Benturan

Gelembung udara dapat menjadi lapisan antara barang dengan permukaan luar kemasan.

Ketika paket mengalami benturan, lapisan tersebut membantu memberikan bantalan sehingga benturan tidak langsung mengenai permukaan barang.

Contohnya:

  1. Gelas
  2. Keramik
  3. Barang elektronik
  4. Peralatan rumah tangga
  5. Produk dekorasi
  6. Barang dengan permukaan mudah rusak

2. Mengurangi Risiko Goresan

Barang dengan permukaan mengilap atau mudah tergores dapat diberikan lapisan pelindung sebelum dimasukkan ke dalam kardus.

3. Melindungi Sudut Barang

Sudut merupakan salah satu bagian yang rentan mengalami benturan. Material pelindung dapat dilipat beberapa lapis pada bagian tersebut.

4. Mengurangi Pergerakan Barang

Packing yang baik juga harus mencegah barang bergerak terlalu bebas di dalam kemasan.

4 Jenis Material Gelembung Udara

Tidak semua material mempunyai karakteristik yang sama. Berikut empat jenis yang umum digunakan.

1. Jenis Standar

Jenis standar merupakan material yang paling umum digunakan untuk kebutuhan packing sehari-hari.

Cocok untuk:

  1. Barang elektronik
  2. Buku
  3. Aksesori
  4. Produk retail
  5. Peralatan rumah tangga
  6. Barang dekorasi

2. Large Bubble

Large bubble mempunyai ukuran gelembung yang lebih besar dibandingkan jenis standar.

Cocok digunakan untuk:

  1. Peralatan rumah tangga
  2. Barang dekorasi berukuran besar
  3. Produk dengan permukaan tidak rata
  4. Barang yang membutuhkan tambahan bantalan

Ukuran gelembung bukan satu-satunya faktor yang menentukan perlindungan. Berat dan bentuk barang tetap harus diperhatikan.

3. Anti-Static

Jenis anti-static dirancang untuk kebutuhan barang yang sensitif terhadap listrik statis.

Contohnya:

  1. RAM
  2. Motherboard
  3. Komponen komputer
  4. Hard drive
  5. Komponen elektronik lainnya

Untuk komponen sensitif terhadap electrostatic discharge atau ESD, gunakan material yang memang mempunyai spesifikasi anti-static.

Informasi mengenai perlindungan ESD dapat dipelajari melalui Electrostatic Discharge Association.

4. Heavy Duty

Heavy duty digunakan ketika membutuhkan perlindungan lebih kuat dibandingkan material standar.

Contohnya:

  1. Mesin
  2. Komponen industri
  3. Peralatan proyek
  4. Barang berukuran besar
  5. Peralatan berat

Untuk barang berat, jangan mengandalkan satu lapisan material saja. Gunakan kombinasi perlindungan sesuai kebutuhan.

Perbandingan 4 Jenis


Jenis

Karakteristik

Contoh Penggunaan

Standar

Fleksibel dan umum

Barang sehari-hari

Large Bubble

Gelembung lebih besar

Barang besar

Anti-Static

Mengurangi risiko listrik statis

Komponen elektronik

Heavy Duty

Perlindungan lebih kuat

Mesin dan cargo berat

Cara Memilih Material Packing

Pemilihan material sebaiknya berdasarkan kondisi barang.

1. Perhatikan Berat Barang

Barang ringan dan barang berat membutuhkan metode perlindungan yang berbeda.

2. Perhatikan Tingkat Kerapuhan

Barang kaca, keramik, dan elektronik memerlukan perhatian lebih dibandingkan barang yang tidak mudah rusak.

3. Perhatikan Dimensi

Ukuran barang menentukan jumlah material yang diperlukan.

4. Perhatikan Moda Transportasi

Pertimbangkan apakah barang dikirim menggunakan:

Truk โ†’ Gudang โ†’ Kapal โ†’ Gudang Tujuan โ†’ Truk

Pengiriman antarpulau biasanya membutuhkan perlindungan lebih karena barang dapat mengalami beberapa tahap pemindahan.

Cara Menggunakan Material Pelindung dengan Benar

Bubble wrap perlu digunakan sesuai dengan karakter barang.

Langkah 1 โ€” Bersihkan Barang

Pastikan barang bebas dari debu dan dalam kondisi kering.

Langkah 2 โ€” Lindungi Bagian Rentan

Berikan perhatian khusus pada:

  1. Sudut
  2. Layar
  3. Kaca
  4. Pegangan
  5. Bagian yang menonjol

Langkah 3 โ€” Bungkus Secara Merata

Pastikan permukaan penting tertutup dengan baik.

Langkah 4 โ€” Gunakan Perekat

Gunakan tape untuk mempertahankan posisi lapisan.

Langkah 5 โ€” Masukkan ke Kardus

Gunakan kardus yang sesuai dengan ukuran barang.

Langkah 6 โ€” Isi Ruang Kosong

Ruang kosong dapat diisi dengan material void fill agar barang tidak bergerak selama perjalanan.

Penggunaan untuk Pengiriman Cargo Besar

Untuk cargo besar, material pelindung sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya perlindungan.

Contohnya, mesin dapat menggunakan sistem:

Mesin โ†’ Lapisan Pelindung โ†’ Foam โ†’ Peti Kayu โ†’ Pengikat

Sedangkan barang yang lebih ringan dapat menggunakan:

Barang โ†’ Lapisan Pelindung โ†’ Kardus โ†’ Void Fill โ†’ Lakban

Untuk pengiriman antarpulau, barang dapat mengalami proses:

Pickup โ†’ Truk โ†’ Gudang โ†’ Pelabuhan โ†’ Kapal โ†’ Pelabuhan Tujuan โ†’ Truk โ†’ Penerima

Semakin banyak proses pemindahan, semakin penting sistem packing yang tepat.

Kelebihan

Beberapa kelebihannya antara lain:

  1. Ringan
  2. Fleksibel
  3. Mudah dipotong
  4. Mudah digunakan
  5. Dapat mengikuti bentuk barang
  6. Membantu mengurangi dampak benturan
  7. Cocok dikombinasikan dengan kardus atau peti

Kekurangan

Material ini juga mempunyai beberapa keterbatasan.

Tidak Cocok Sebagai Perlindungan Tunggal

Cargo berat atau sangat rapuh membutuhkan kombinasi material lainnya.

Dapat Mengalami Kerusakan

Gelembung dapat pecah ketika terkena benda tajam atau tekanan berlebihan.

Membutuhkan Ruang

Lapisan tambahan dapat meningkatkan volume paket.

Berbahan Plastik

Material yang masih layak dapat digunakan kembali untuk mengurangi limbah kemasan.

Tips Packing agar Lebih Aman

kirim barang lewat BJA Logistic

Sebelum barang dikirim:

  1. Pastikan barang sudah dibersihkan.
  2. Lindungi bagian yang mudah rusak.
  3. Gunakan material sesuai karakter barang.
  4. Pastikan tidak ada ruang kosong berlebihan.
  5. Gunakan kardus yang kuat.
  6. Berikan label jika barang mudah pecah.
  7. Untuk cargo besar, pertimbangkan penggunaan peti kayu.
  8. Pastikan kemasan tidak mudah terbuka selama perjalanan.

FAQ

Apa fungsi utama material ini?

Fungsinya adalah memberikan lapisan bantalan untuk membantu mengurangi dampak benturan dan gesekan selama penyimpanan atau pengiriman.

Apa saja 4 jenisnya?

Empat jenis yang umum adalah standar, large bubble, anti-static, dan heavy duty.

Apakah cocok untuk barang pecah belah?

Ya. Namun barang pecah belah sebaiknya tetap menggunakan kardus yang kuat dan material pengisi ruang kosong.

Apakah cocok untuk barang elektronik?

Bisa. Untuk komponen yang sensitif terhadap listrik statis, sebaiknya menggunakan jenis anti-static.

Apakah cukup untuk mesin berat?

Tidak selalu. Mesin berat biasanya membutuhkan kombinasi perlindungan seperti foam, peti kayu, pengikat, dan perlengkapan handling.

Kesimpulan

Bubble wrap merupakan material packing yang praktis untuk membantu melindungi barang dari benturan, gesekan, dan tekanan selama proses pengiriman.

Empat jenis yang perlu diketahui adalah standar, large bubble, anti-static, dan heavy duty. Setiap jenis mempunyai karakteristik dan penggunaan yang berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi barang.

Untuk barang biasa, material standar dapat menjadi pilihan. Sementara komponen elektronik, barang berukuran besar, maupun cargo berat dapat membutuhkan jenis dan sistem perlindungan yang lebih spesifik.

Pada akhirnya, packing yang baik bukan hanya menggunakan banyak material, tetapi menggunakan material yang tepat dengan metode packing yang tepat.

Jika membutuhkan pengiriman cargo dalam jumlah besar, Anda dapat melihat layanan BJA Logistic untuk mengetahui pilihan pengiriman cargo antarkota dan antarpulau.

bubble wrapkemasan barangpackingpengiriman cargoperlindungan barang

Ditulis oleh

Evan Fajrian

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp
Mengenal Bubble Wrap: Sejarah, Fungsi, dan 4 Jenisnya | BJA Logistic